Multivariate Analysis · Pertemuan 02

Konstruk, Indikator, Hipotesis, dan Model Konseptual

Magister Ilmu Komputer · Universitas Amikom Purwokerto · 46 slide pada presentasi asli

Menurunkan model penelitian dari research gap, teori, operasionalisasi konstruk, dan argumen hipotesis.

Capaian pembelajaran

  • Memperjelas masalah penelitian, pertanyaan riset, dan research gap.
  • Membedakan konstruk laten, dimensi, indikator, dan item pertanyaan.
  • Menjelaskan logika pengukuran reflektif dan formatif/komposit.
  • Menyusun hipotesis berbasis literatur dan merancang model konseptual.

Slide 3–10

1. Dari fenomena ke research gap

Riset sebaiknya dimulai dengan persoalan yang terfokus: aspek teknologi apa, hasil apa, kelompok responden mana, dan teori apa yang relevan. Research gap harus dijelaskan melalui perbandingan literatur, bukan hanya asumsi bahwa topiknya baru.

Pokok pembahasan

  • Gap dapat bersifat teoretis, empiris, kontekstual, atau terkait pengukuran.
  • Responden studi kasus adalah pemilik usaha e-commerce yang menggunakan AI, bukan sampel pelanggan langsung.
  • Alur rancangan: fenomena → gap → pertanyaan penelitian → teori → konstruk → indikator → hipotesis → model.

Slide 11–20

2. Konstruk laten, dimensi, dan item

Variabel teramati dapat dicatat langsung, sedangkan konstruk laten perlu didefinisikan secara teoretis dan direpresentasikan melalui indikator yang sesuai. Definisi konseptual menjelaskan arti konsep; definisi operasional menjelaskan bagaimana konsep diukur.

Technology Readiness dibahas melalui optimism, innovativeness, discomfort, dan insecurity. Ketika suatu konstruk memiliki beberapa dimensi, spesifikasi pengukuran perlu ditetapkan dengan hati-hati.

Pokok pembahasan

  • Satu item kuesioner sebaiknya mengukur satu gagasan secara jelas.
  • Penyesuaian indikator dari penelitian lain harus menjaga makna konstruk dan sumbernya.
  • Pengkodean skala, item berarah negatif, dan data kosong perlu diperiksa sebelum analisis.

Slide 21–25

3. Reflektif dan formatif/komposit

Pada spesifikasi reflektif, perubahan konstruk diasumsikan tercermin pada indikatornya. Dalam spesifikasi formatif/komposit, komponen membentuk atau mendefinisikan konsep sehingga satu komponen bisa memiliki makna yang tidak tergantikan.

Penetapan arah pengukuran didasarkan pada teori dan definisi konstruk, bukan secara otomatis pada penggunaan skala Likert atau keputusan perangkat lunak.

Pokok pembahasan

  • Periksa apakah indikator seharusnya berubah bersama dan apakah penghapusan satu item mengubah makna konstruk.
  • Audit kesesuaian unit analisis: item berlabel Customer Satisfaction perlu ditafsirkan berdasarkan siapa respondennya.

Slide 26–36

4. Dari literatur menjadi hipotesis

Teori memberikan alasan untuk mengajukan hubungan antarkonstruk. Contoh landasan yang diperkenalkan adalah TAM, UTAUT, TRI, dan TOE; PLS-SEM sendiri bukan teori adopsi teknologi.

Hipotesis perlu menyebut konstruk, hubungan yang diperkirakan, konteks, serta alasan dari literatur. Panah konseptual bukan hasil pengujian maupun bukti sebab-akibat.

Pokok pembahasan

  • Buat matriks literatur yang mencatat konteks, definisi konstruk, indikator, dan hasil yang relevan.
  • Bedakan prediktor, outcome, mediator, dan moderator dalam model.

Slide 37–44

5. Merancang dan memeriksa model konseptual

Model studi kasus memuat enam konstruk dan enam hipotesis. Mahasiswa kemudian diminta mempertimbangkan model latihan yang lebih sederhana, misalnya PU → ATT → BI, untuk mempelajari hubungan konstruk serta indikator.

Sebelum mengimpor model ke SmartPLS, tinjau kembali definisi konsep, landasan tiap panah, kesesuaian indikator, responden, dan kecukupan rancangan sampel.

Pokok pembahasan

  • Setiap panah harus dapat dipertanggungjawabkan menggunakan teori dan literatur.
  • Diagram, hipotesis, dan instrumen harus konsisten satu sama lain.

Pertanyaan untuk refleksi

  1. Bagaimana membuktikan bahwa suatu research gap benar-benar ada?
  2. Apa pertimbangan konseptual ketika memilih pengukuran reflektif atau formatif?
  3. Apa risiko jika sebuah konstruk Customer Satisfaction dijelaskan sebagai suara pelanggan padahal respondennya pemilik usaha?

Bacaan dan sumber